Lingkungan

Aceh Besar Tertibkan Perusahaan Tambang Ilegal

ACEHTERKINI.COM | Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Aceh Besar, Fauzi menegaskan dalam waktu dekat Tim Terpadu yang dibentuk Pemkab Aceh Besar akan menindak tegas terhadap perusahaan industri pengolahan mineral bukan logam dan batuan yang masih membandel dan illegal.

“Dalam waktu dekat  Tim Terpadu Kabupaten Aceh Besar akan menindak tegas terhadap perusahaan–perusahaan yang tidak mengindahkan  saran yang pernah disampaikan  oleh Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Aceh Besar,” kata Fauzi, Minggu (12/10/2014).

Menurut Fauzi dari hasil pendataan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Aceh Besar sampai pertengahan tahun 2014 terdapat 57 perusahaan industri pengolahan mineral bukan logam dan batuan di Kabupaten Aceh Besar yang tersebar di 10 Kecamatan.

Industri tersebut terdiri dari 20 buah Industri pemecah Batu (Stone Crusher), 4 Industri Pengolahan Aspal Concrete Batching Plant (BCP), 13 Industri Pengolahan Aspahalt Mixing Plant (AMP), dan 20 Industri Pengolahan Magnesium.

Industri tersebut jelas Fauzi, merupakan industri yang melakukan kegiatan usaha di sektor pertambangan mineral bukan logam dan batuan di Kabupaten Aceh Besar.

Tetapi, dari hasil pengawasan yang dilakukan oleh petugas Distamben Aceh Besar masih ada perusahan yang masih membandel yaitu tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan, catatan produksi, dan lokasi pengambilan material sesuai arahan petugas di lapangan.

Perusahaan tersebut sekitar 10 persen yang membandel terhadap perizinan, 40 persen membandel terhadap pelaporan, dan 50 persen membandel terhadap lokasi pengambilan material.

Masih dikatakan Fauzi, setiap perusahan yang melakukan usaha di bidang apapun wajib mematuhi aturan perundangan yang berlaku termasuk Qanun, Perbup, Surat Keputusan dan Instruksi Bupati.

Setiap pengusaha yang memiliki Stone Crusher seharusnya memiliki izin usaha di bidang mineral bukan logam dan batuan, atau paling tidak membuat MoU dengan perusahan yang telah ada izin dan tidak bekerjasama dengan pengusahan yang ilegal. [red/*]

To Top