Hukum

Warga Indonesia di Australia Peringati 10 Tahun Munir

ACEHTERKINI.COM | Pemerintahan SBY yang cuma tersisa beberapa saat lagi mesti memenuhi janjinya untuk menuntaskan kasus Munir, yaitu membongkar dan menghukum dalang di balik peristiwa itu.

Lebih jauh lagi, pemerintahan Jokowi-JK yang akan datang juga wajib menegakkan komitmennya untuk penegakan HAM, di mana kasus pembunuhan Munir menjadi salah satu tugas utamanya.

Demikian disampaikan Usman Hamid, perwakilan mahasiswa Indonesia di Australia, di Canberra saat Memperingati 10 tahun pembunuhan Munir, Minggu (7//9/2014 bersama mahasiswa Indonesia di kota-kota besar di Australia.

Di Brisbane, diselenggarakan pemutaran film “Kiri Hijau, Kanan Merah” oleh University of Queensland Indonesian Student Association (UQISA).

Film tersebut adalah film biografi Munir, yang menggambarkan perjalanannya memperjuangkan HAM, hingga akhir kehidupannya yang diracun dalam perjalanan ke Belanda untuk studi.

Pemutaran film itu dilanjutkan dengan diskusi dengan narasumber Dr Annie Pohlman (pakar studi Indonesia), Ririn Tri Nurhayati (akademisi hubungan internasional), dan Pan Mohamad Faiz (ahli hukum konstitusi).

Di Canberra, diskusi diselenggarakan di Australian National University (ANU), menghadirkan Usman Hamid (mantan Sekretaris Tim Pencari Fakta Kasus Munir), dan Marcus Mietzner (ahli militer dan politik Indonesia dari ANU) yang juga cukup kenal dengan almarhum Munir.

Acara diskusi ini diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Canberra dan Indonesia Synergi.

Selain di kedua kota tersebut, peringatan juga digelar di Sidney dengan pemutaran film dan diskusi di University of New South Wales, serta di Melbourne dengan aksi kepedulian di Federation Square.

Sebagaimana telah diketahui khalayak, Munir dibunuh dengan diracun arsenik dalam perjalanannya menuju Amsterdam, Belanda, pada 7 September 2004. Fakta tersebut sudah terungkap di pengadilan.

Diyakini pembunuhan Munir dilakukan untuk membungkam tokoh yang dikenal sangat kritis dalam memperjuangkan penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM, serta penuntasan banyak kasus korupsi.

Sayangnya, sudah 10 tahun berlalu dan dalang di balik pembunuhan Munir belum juga diungkap apalagi diadili.

Tipisnya harapan publik terhadap pemerintahan SBY di detik-detik terakhir era pemerintahannya ini berarti tugas pengungkapan tabir misteri pembunuhan Munir ini mutlak diwariskan kepada pemerintahan mendatang.

“Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemimpin nasional terpilih dalam Pilpres 2014 berkewajiban secara moral dan politik untuk menuntaskan tugas mulia yang terbengkalai selama sepuluh tahun pemerintahan SBY ini,” kata Lubendik Ramos, perwakilan mahasiswa Indonesia di Brisbane. [ril]

To Top