Ekonomi

Target Minyak Sawit 2015 Capai 33 Juta Ton

ACEHTERKINI.COM | Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan, mengatakan pertumbuhan pasar minyak kelapa sawit akan cemerlang tahun depan. Menurut dia, jumlah ekspor minyak kelapa sawit akan lebih banyak tahun 2015.

“Sehubungan dengan meningkatnya daya beli masyarakat global terhadap CPO, Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar akan diuntungkan,” kata Fadhil dalam presentasinya mengenai ‘Peluang Pertumbuhan Pasar Minyak Kelapa Sawit Indonesia’ di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (3/9/2014).

Menurut dia, para pelaku usaha menargetkan produksi CPO sekitar 33 juta ton, naik sekitar 9 juta ton dari tahun ini. Lebih dari 60 persen dari produksi tersebut akan diekspor untuk target pasar besar di dunia seperti India, Pakistan, Korea Selatan, dan negara-negara di Eropa Timur. Dia mengatakan, Indonesia sedang mencoba ekspansi target ekspor baru, Turki misalnya.

Juru bicara perusahaan kelapa sawit PT Musim Mas, Togar Sitanggang, mengungkapkan adanya perbedaan target produksi CPO antara asosiasi, industri sawit, dan pemerintah. Dia mengatakan, pemerintah akan cari posisi aman dengan menargetkan perolehan sekitar 26-27 juta ton. Sedangkan industri sawit akan mematok target lebih tinggi, sekitar 30 juta ton.

“Perbedaan ini biasa terjadi. Sudah hal yang wajar karena perhitungannya pun berbeda,” kata dia.

Pengolahan produk CPO untuk kebutuhan domestik juga diprediksi akan meningkat. Dengan adanya komitmen dari Pertamina untuk menjalankan program bio solar, Fadhil mengatakan, akan ada sekitar 10.7 juta ton yang dialokasikan untuk kebutuhan domestik.

Terkait harga CPO, Fadhil yakin tahun depan harga akan lebih stabil, sekitar US$ 800-850 per metrik ton. Menurut dia, perkembangan ekonomi dunia akan membaik dan CPO akan semakin banyak dibutuhkan sehingga membuat harga komoditas ini meningkat.

Senada dengan prediksi tersebut, Wakil Presiden Global Frost&Sullivan, Chris de Lavigne, mengatakan konsumsi di pasar-pasar berkembang seperti Tiongkok dan India sedang tumbuh pesat. Jadi, Indonesia akan menjadi salah satu negara eksportir CPO yang akan cemerlang.

“Indonesia, bersama dengan Malaysia, akan menyumbang sekitar 85-90 persen kebutuhan minyak sawit di dunia,” kata dia. [tempo]

To Top