Sosial

Tak Mampu Memimpin, Zaini Didesak Mundur

ACEHTERKINI.COM | Gubernur Aceh, Zaini Abdullah kembali didesak mundur. Pernyataan mundur disampaikan dalam aksi yang dilakukan oleh ratusan masyarakat yang tergabung dalam Barisan Penyelamat Pemerintah Aceh di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rabu (3/9/2014).

Alasan desakan mundur, Karena BPPA menilai Zaini Abdullah tidak mampu untuk memimpin Aceh.

Koordinator Aksi, Agusta Mukhtar dalam orasinya mengatakan aksi tersebut merupakan aksi lanjutan yang sudah dilakukan BPPA dalam beberapa hari yang lalu.

‘Ini merupakan aksi yang kedua kalinya untuk mendesak Zaini Abdullah mundur dari jabatanya,” kata Agusta Mukhtar.

“Kami tetap dengan isu yang sama, Zaini Abdulllah harus segera mundur dari jabatannya, jangan buat masyarakat sengsara dengan kebijakan Zaini Abdullah,” kata dia lagi.

Agusta juga menjelaskan selama ini Zaini Abdullah telah membangun dinasti kekuasaan di Aceh, banyak pejabat merupakan orang-orang yang dekat dengan Zaini Abdullah.

“Bisa dilihat bagaimana Gubernur Aceh selalu melakukan pergantian kepala SKPA, padahal belum sampai beberapa bulan, ini tidak efektif dalam membangun Aceh,” ujarnya.

Selama ini, jelas Agusta, Pemerintah Aceh yang dipimpin oleh Zaini Abdullah telah menambah angka kemiskinan dan pengangguran, padahal anggaran yang dikelola oleh Aceh sangat besar.

“Bisa dilihat bagaimana angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh terus bertambah. Kami inginkan DPRA segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk memakzulkan Zaini Abdullah dari Gubernur Aceh,” tegasnya.

BPPA juga mengajak seluruh masyarakat aceh untuk bersatu dalam satu barisan untuk menurunkan Zaini Abdullah dari Gubernur Aceh karena sudah tidak layak lagi untuk memimpin Aceh.

Aksi yang sama juga pernah dilakukan pada Agustus 2014. Sebelumnya Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Murthalamuddin mengatakan Pemerintah Aceh selalu terbuka untuk segala bentuk kritik yang konstruktif dari berbagai pihak, asalkan kritikan tersebut bukan menghujat dengan alasan yang tidak jelas.

“Menyikapi semua itu dapat kami sampaikan bahwa Pemerintah Aceh sedang bekerja untuk memenuhi tanggung jawab sebagaimana diamanat rakyat melalui Pilkada 2012. Tentu saja belum sempurna. Untuk itu dibutuhkan masukan yang konstruktif dari banyak pihak yang peduli terhadap keberlangsungan pembangunan,” jelas Murthala dalam siaran persnya sekitar dua minggu yang lalu. [red/zul]

To Top