Lingkungan

Saksi Pemerintah: Lahan PT. SPS Terbakar 1.180 Hektar

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah saksi dalam perkara pidana kasus kebakaran lahan gambut dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) yang menimpa PT. Surya Panen Subur (SPS) 2 di “Rawa Tripa” Kabupaten Nagan Raya membenarkan lahan perusahaan kelapa sawit tersebut terbakar.

Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmad Nurhidayat dan Agusta Kanin SH adalah PNS dari Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BP2T) Aceh yang kini bertugas di Dinas Perkebunan Aceh, Saifullah.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Rahmawati SH, Saifullah mengaku lahan PT. SPS-2 terbakar seluas 1.180 hektar.

“Saya mengetahui hal itu dari laporan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh dan juga dari laporan PT. SPS-2 tanggal 29 Mai 2012,” kata Saifullah dalam persidangan, Selasa (23/9/2014).

Ia mengatakan luas yang terbakar sebagaimana disebutkan dalam laporan tersebut adalah 517 hektar di areal yang sudah ada tanaman dan 666 hektar belum ada tanaman dan sebagian hutan.

Hal yang serupa juga dikatakan saksi fakta yang lain PNS Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Azanuddin.

Azanuddin mengaku melihat langsung bekas terbakar di lahan PT. SPS-2 pada tanggal 4 April 2012.

“Saya mendapat tugas untuk mengecek hotspot di “Rawa Tripa” Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya dan melihat langsung lahan bekas terbakar di areal PT. SPS,” katanya.

Azanuddin juga mengakui melihat api dan asap yang sedang membakar hutan diluar areal PT. SPS-2.

“Saya bersama tim memerintahkan agar PT. SPS-2 memadamkan api tersebut, akhirnya pukul 23.00 WIB hari itu juga api padam,” terang Azanuddin.

Menanggapi keterangan dua orang PNS ini, salah seorang penasehat hukum PT. SPS-2, Endar Soemarsono SH mengatakan saksi fakta yang bernama Azanuddin tidak paham hotspot.

“Perusahaan juga bertanggungjawab memadamkan api walaupun asal api berada diluar areal PT. SPS, perusahaan rugi karena harus mengeluarkan biaya yang besar untuk memadamkan api tersebut,” kata Endar.

Kemudian saksi fakta yang bernama Saifullah dari BP2T Aceh menurut Endar hanya mengetahui masalah perizinan.

“Saksi tersebut mengakui bahwa perizinan PT. SPS-2 tidak bermasalah,” kata Endar.

Namun terkait pengakuan adanya lahan terbakar seluas 1.180 hektar itu, Endar membenarkan sesuai dalam berita acara.

“Saifullah mengetahui adanya kebakaran dari laporan PT. SPS-2, ini menujukkan bahwa perusahaan sudah sangat terbuka dan bertanggungjawab,” tutup Endar Soermarsono didampingi rekannya Trimoelja Soerjadi dan Indis Kurniawan SH. [*]

To Top