Sosial

Mahasiswa Aceh Siap Kawal “Zikir”

ACEHTERKINI.COM | Sedikinya 60 Mahasiswa Aceh berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyatakan sikapnya mengawal Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir) membangun Aceh.

Terlepas daripada itu, Mahasiswa Aceh juga akan memberikan kritik yang positif demi pembangunan Aceh yang bermartabat dibawah kepemimpinan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Pertemuan antara Mahasiswa Aceh dengan Gubernur berlangsung di Pendapa Gubernur, Minggu (21/9/2014).

Presiden Mahasiswa Unsyiah, Muhammad Chaldun mengatakan silaturrahmi dengan Gubernur Aceh ini merupakan bentuk rasa simpatik dan dukungan mahasiswa untuk mengawal dan membantu jalannya roda pemerintahan.

“Mahasiswa siap mendukung dan berkontribusi bersama Pemerintah Aceh,” kata M. Chaldun sembari mengatakan tidak mau yang “manis-manis” juga, mahasiswa tetap memberikan kritik positif.

Darlis Azis dari KAMMI Aceh juga mengatakan hal yang serupa. Dikatakan Darlis, pengurus KAMMI Aceh siap bekerja dan membantu Pemerintah Aceh.

“Ada PR (red-pekerjaan rumah) yang besar menjadi tugas kita bersama yakti menuntaskan UUPA. Kami berharap ini tidak berlarut-larut, Pemerintah Pusat harus konsisten dan kami siap bekerja dan membantu Pemerintah Aceh untuk menuntaskan hal ini,” kata Darlis Azis.

“Mahasiswa siap bersama Pemerintah Aceh untuk meneruskan pembangunan dan memperjuangkan UUPA,” tambahnya lagi.

Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry juga menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam memperjuangkan segala butir-butir MoU Helsinki dan UUPA yang saat ini masih terkendala di Pemerintah Pusat.

Menanggapi dukungan mahasiswa tersebut, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengatakan mahasiswa harus mampu memberi input yang positif untuk kemajuan Aceh.

“Saya sepakat dengan pemikiran mahasiswa yang terus berkolaborasi dengan semua elemen untuk menuntaskan perihal UUPA. Perubahan mesti terjadi di Aceh. Kita semua bertanggungjawab untuk itu, untuk kesejahteraan rakyat,” kata Zaini Abdullah. [red/ril]

To Top