Lingkungan

Kodam IM Buat 1 Juta Lubang Resapan Biopori

Selamatkan Sumber Air dan Tumbuhan

ACEHTERKINI.COM | Dalam rangka HUT TNI ke 69, Kodam Iskandar Muda membuat satu juta Lubang Resapan Biopori (LRB) di Taman Kolam Renang Taktis Rindam IM, Mata Ie pada Rabu (24/9/2014).

Pangdam Iskandar Muda, Agus Kriswanto mengatakan lubang resapan biopori ini untuk menahan atau menampung air yang mengalir di sekitar kolam renang sehingga menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah dan tumbuhan di sekitarnya.

Lubang tersebut diisi sampah organik berupa daun-daun yang selama ini mengotori taman.

“Daun tersebut akan terurai menjadi hara dan menyuburkan tanah serta membantu pelapukan. Daun sampah organik ini juga akan menjadi kompos untuk pupuk tumbuh-tumbuhan,” kata Agus Kriswanto.

Luang resapan biopori ini juga bermanfaat untuk menghindari tanah becek akibat hujan, menghindari genangan air yang membuat tanaman rusak. “ini juga akan mencegah terjadinya banjir,” tandas Pangdam IM.

Pelaksanaan Program 1(satu) juta biopori di wilayah Kodam Iskandar Muda dibagi dalam 3 wilayah, yaitu wilayah Banda Aceh dibuat sebanyak 300.000 lubang.

Kemudian wilayah Korem 011/Lilawangsa sebanyak 350.000 lubang, serta wilayah Korem 012/Teuku Umar sebanyak 350.000 lubang.

Seluruh lubang resapan biopori ini dibuat di sekitar perkantoran, kompleks asrama dan pemukiman desa binaan dan kegitan ini akan dilaksanakan berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto juga melakukan penaburan 8.000 ekor benih ikan nila di kolam renang taktis Rindam serta penanaman pohon mangga.

Didampingi Kadis Kehutanan Aceh, Husaini Syamaun, Sekda Kota Banda Aceh, Kasdam, Kasatbinmas Polda Aceh, Danlanal serta Danlanud, Pangdam Iskandar Muda mengatakan pembuatan lubang resapan biopori juga akan di sosialisasikan ke Polri, Pemda, sekolah-sekolah maupun masyarakat agar nantinya warga masyarakat lebih mencintai dan peduli terhadap lingkungan hidup.

Pangdam berharap kepada seluruh prajurit TNI di wilayah Kodam Iskandar Muda untuk dapat melanjutkan program biopori tersebut melalui program pembinaan teritorial bekerjasama dengan dinas/instansi dan masyarakat yang berada di wilayah agar permasalahan lingkungan yang berdampak negatif tersebut tidak terjadi di wilayah Provinsi Aceh. [red/*]

To Top