Layanan Publik

Jalan Tak Diaspal, Warga Aceh Utara Blokir Jalan

ACEHTERKINI.COM | Kesal tak kunjung diaspal, warga terpaksa memblokir jalan Gampong Matang Seuke Pulot, dan Matang Raya, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (10/09/2014).

Warga menutup jalan tersebut dengan meletak batang pohon kelapa dan semak-semak kayu serta menancapkan beberapa tulisan protes.

Pantauan media ini, jalan alternatif tersebut diblokir sejak pukul 22.00WIB, Selasa (09/09/2014) malam. Ruas jalan yang ditutup yaitu dari perbatasan Gampong Matang Teungoeh, melintas Gampong Matang Seuke Pulot hingga sampai ke Gampong Matang Raya. Akibat diblokir, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas, sementara kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa menembus jalan tersebut.

Miftahuddin (39), warga Gampong Matang Seke Pulot mengatakan, kerusakan jalan ini sudah terlalu lama dan sangat mengganggu arus lalulintas masyarakat.

Aksi blokir ini dilakukan lantaran kondisi jalan berdebu dan berlubang serta berlumpur saat musim hujan. Sepanjang jalan ini memang belum pernah mendapat jatah perbaikan pengaspalan dari pemerintah setempat.

“Kami terganggu dengan kondisi jalan ini. Debu beterbangan saat truk angkutan buah tandan sawit, angkutan kayu dan Galian C. Kami berharap pemerintah terkait segera mengaspalan jalan ini. Kami khawatir dengan kondisi ini bisa berdampak pada pengguna jalan,” kata Miftahuddin yang dibenarkan warga lainnya.

Ia menambahkan, warga tidak akan membuka blokir tersebut sebelum pemerintah setempat menurunkan alat berat ke lokasi jalan.

“Kami tidak akan membuka jalan ini sebelum dibawa alat berat untuk diaspal. Kalau daerah daerah lain sudah diaspal, kami juga memaksa pemerintah untuk mengaspal jalan ini supaya adil,” tambah dia.

Beberapa poster yang ditempel pada bagian semak-semak itu antara lain bertuliskan, “Dewan terpilih harus peduli masyarakat. Kami ingin jalan ini diaspal. Muspika jangan tutup mata, kami tidak sabar lagi,” begitu kutipan dari poster itu.

Dilihat dari tulisan tersebut, warga menuntut dewan-dewan yang baru terpilih dari daerah pemilihan mereka untuk segera menanggapi masalah ini dan Muspika setempat juga diminta tak tingga diam.

Dengan kondisi demikian, menurut warga, akses jalan ini semakin sulit dijangkau. Jarak tempuh yang melintas badan jalan ini terhitung mulai dari Gampong Buket Jrat Manyang hingga Kota Pantonlabu mencapai belasan kilometer. Namun, bagian pangkal dan ujung jalan ini sebagiannya sudah teraspal meski kini kondisi mulai berlubang lagi.

Camat Tanah Jambo Aye Drs. Amir Hamzah mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan persoalan ini kepada Mapolsek, dan Koramil serta Mukim setempat untuk turun kelokasi.

“Menurut kami lihat memang benar jalan itu berdebu karena diatas sana daerah Gampong Buket Jrat Manyang ada proyek yang sedang dikerjakan, jadi kita harap pekerja proyek itu ada perhatian, jalan itu seharusnya disiram,” kata Amir Hamzah.

Menurut Amir, jalan yang tersebut sudah ada dalam catatan Musrembang Kecamatan Tanah Jambo Aye.

“Soal diaspal itu saya tidak tahu persis, namun jalan itu sudah masuk dalam Musrembang, mulai dari Gampong Matang Teungoeh, hingga Buket Jrat Manyang,” sebut Amir Hamzah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas Bina Marga Kabupaten Aceh Utara, Hasanuddin, ST mengatakan, pihaknya bersama Bina Marga Provinsi juga akan turun kelokasi pemblokiran jalan.

“Ia, kami sudah mendapat informasi, dan hari ini kebetulan ada tim dari Bina Marga Provinsi Aceh, jadi kita sama-sama turun kelapangan,” kata Hasan. Dikatakanya, Bina Marga akan meninjau dua kecamatan yaitu Kecamatan Langkahan, dan Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Aksi pemblokiran jalan ini tak hanya terjadi di Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Beberapa hari yang lalu, warga Kecamatan Langkahan juga memblokir sepanjang puluhan kilometer jalan mereka sejak Senin (08/09/2014) hingga Selasa (09/09/2014) kemarin.

Sementara disana, warga memblokir jalan alternatif yang sudah teraspal namun mulai rusak kembali sejak puluhan tahun lalu. Kondisinya juga tak kalah parah.

Warga Langkahan mulai menghentikan aksinya setelah mendapat respon sementara dari Dinas Bina Marga kabupaten setempat pada Selasa (09/09/2014) kemarin. Kepala Dinas Bina Marga Risawan Bentara yang turut turun kelokasi itu berjanji akan melakukan peningkatan pengaspalan secepatnya. (Jamal)

To Top