Kesehatan

Ini Tiga Puskesmas Terbaik di Banda Aceh

ACEHTERKINI.COM | Koalisi untuk Reformasi Birokrasi (KRB) menilai tiga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Banda Aceh layak mendapat sertifikat dan penghargaan berdasarkan hasil penelitian Indeks Kepuasan Masyarakat (IPK).

Koalisi ini tergabung didalamnya Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) dan Balai Syura Ureueng Inong Aceh (BSUIA).

Abdullah Abdul Muthalib dari MaTA mengatakan penelitian ini dilakukan dengan 14 indikator di 11 Puskesmas di Kota Banda Aceh sepanjang Juli – September 2014.

“Penelitian ini didasari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : KEP/25/M.PAN/2004,” sebut Abdullah Abdul Muthalib, Selasa (30/9/2014).

Berdasarkan hasil penelitian Indeks Kepuasan Masyarakat, tiga Puskesmas yang layak mendapatkan penghargaan dan sertifikat adalah Puskesmas Baiturrahman, Puskesmas Lampaseh dan Puskesmas Kuta Alam.

Dari penelitian ini disimpulkan bahwa secara keseluruhan, tingkat kepuasan pengguna layanan di Puskesmas masuk kategori baik [B].

Namun, bila diperingkatkan, maka terdapat 3 Puskesmas dengan nilai tertinggi yaitu Puskesmas Baiturrahman [78,31], Puskesmas Lampaseh [76,36], dan Puskesmas Kuta Alam [76,22].

Penyerahan sertifikat dan penghargaan ini diserahkan melalui forum diskusi seputar reformasi birokrasi dan kualitas layanan sektor kesehatan yang diselenggarakan di Aula Balaikota yang dihadiri 125 peserta dari berbagai kalangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai PKS, Farid Nyak Umar, Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Media Yulizar berserta Kepala BLUD RSUD Meuraxa.

Kemudian anggota Komisi Informasi Aceh, Ombudsman RI Perwakilan Aceh dan seluruh kepala Puskesmas Kota Banda Aceh bersama para keuchik, LSM, kelompok perempuan.

Media Yulizar, Kadis Kesehatan Kota Banda Aceh memberikan apresiasi atas penyelenggaran forum dialog ini.

“Kami dari unsur pemerintah kota yang memberikan layanan kepada warga menilai bahwa ini forum penting dan mesti terus dilakukan,” ujarnya.

Namun Media Yulizar mengeluhkan masih adanya kendala dalam mewujudkan reformasi birokrasi di Puskesmas dalam Kota Banda Aceh.

“Beberapa kendala juga masih ada, selain persoalan ketersediaan sumber daya manusia juga terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana,” katanya.[red/*]

To Top