Sosial

Indonesia Harus Bebaskan Wartawan Perancis

ACEHTERKINI.COM | Dua wartawan Perancis yang ditangkap di Papua benar-benar menjalankan tugasnya jurnalistiknya. Bourrat dan Dandois adalah wartawan profesional yang selalu bertindak dengan integritas dalam perjalanan karir yang panjang. Bourrat adalah wartawan freelance video.Sedangkan Dandois adalah wartawan yang sangat berpengalaman.

Dandois adalah wartawan berpengalaman yang telah bekerja di Vietnam, Burma, Rusia dan tempat lain, memenangkan hadiah laporan terbaik untuk kategori laporan kurang dari 40 menit, di 2012 Festival Internasional du Grand Reportase d’Actualité (FIGRA).

Kedua wartawan professional ini ditangkap karena melanggar visa dengan hukuman maksimal lima tahun penjara oleh Pemerintah Indonesia.

Reporters Without Borders dalam siaran tertulisnya yang diterima acehterkini, Jum’at (5/9/2014) menyerukan agar Pemerintah Indonesia membebaskan dan memulangkan dua wartawan Prancis yang telah ditahan di provinsi Papua yang meliput tanpa visa pers.

“Kedua wartawan ini benar-benar melakukan peliputan di Papua,” tulis Benjamin Ismaïl, Head of Asia-Pacific Desk.

Untuk diketahui pada 6 Agustus 2014, Pemerintah Indonesia menangkap dua wartawan asal Perancis di Papua. Pemerintah menahan kedua wartawan ini karena diduga melanggar visa peliputan sebagai jurnalistik.

Kini penahanan mereka diperpanjang selama 40 hari. Dalam waktu dekat ini berkas mereka akan dilimpahkan ke Kejaksaan di Jayapura dan akan dilimpahkan ke Pengadilan.

Pengacara kedua wartawan ini, Aristo Pangaribuan mengatakan Bourrat dan Dandois bisa diadili karena melanggar ketentuan imigrasi. [ril]

To Top