Ekonomi

Batubara di Aceh Tidak Berkualitas Ekspor

ACEHTERKINI.COM | Kepala Dinas Pertambangan Aceh, Said Ikhsan mengatakan komoditi tambang batubara di Aceh tidak ideal untuk ekspor karena batubara yang dihasilkan di Aceh berkalori rendah.

Didepan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan para pegiat LSM Lingkungan, Senin (15/9/2014), di Pendapa Gubernur Aceh, Said Ikhsan mengatakan batubara di Aceh kadar airnya tinggi. “Ini cocok untuk power plan atau sumber listrik,” kata dia.

“Kalau batubara basah tidak ideal untuk eskpor karena biaya angkutnya tinggi, kalau dilakukan pengeringan juga membutuhkan biaya yang tinggi,” kata Kepala Dinas Pertambangan Aceh.

Ditambahkannya, Pemerintah Aceh saat ini (red- September 2014) mencatat ada 30 izin usaha tambang batubara yang sudah dikeluarkan. Dari angka tersebut 24 izin sudah melakukan eksplorasi.

Jumlah potensi batubara di Aceh paling besar ada di Kabupaten Aceh Barat dengan jumlah sekitar 210 juta ton.

Said Ikhsan mengatakan penerimaan Negara bukan pajak sektor pertambangan umum sesuai PP nomor 9 tahun 2012 yaitu untuk batubara berkalori 5.100 hanya 3 persen dari harga jual per ton.

Kemudian batubara berkalori 5.100 – 6.100 sebanyak 5 persen dari harga jual per ton. Begitu juga terhadap batubara berkalori 6.100 hanya tujuh persen dari harga jualnya per ton.

“Ini sangat kecil untuk penerimaan bagi Aceh, setiap pengambilan SDA di Aceh ada dana kompensasi. Aceh mendapat 80 persen, sedangkan pusat 20 persen, itu dari 3 persen harga jual per ton,” kata Said Ikhsan.

“Melalui Qanun Pertambangan, kita akan naikkan dua kali lipat terkait persoalan tersebut,” demikian Kepala Dinas Pertambangan Aceh, Said Ikhsan. [red]

To Top