Lingkungan

65 Usaha Tambang di Aceh Masuk Hutan Lindung

ACEHTERKINI.COM | Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menemukan ada 65 perusahaan tambang yang masuk dalam kawasan hutan lindung di Provinsi Aceh.

Temuan tersebut diperoleh setelah GeRAK melakukan kajian, Rabu (24/9/2014). Kepala Divisi Kebijakan dan Anggaran, GeRAK Aceh, Fernan mengatakan ada 134 perusahaan sudah memiliki IUP.

“Dari angka tersebut ditemukan 63 perusahaan memegang izin usaha pertambangan (IUP) dalam hutan lindung seluas 350.351,88 hektar. Sedangkan dua perusahaan lagi memegang izin yang bersifat kontrak karya juga dalam kawasan hutan lindung seluas 49.607 hektar,” kata Fernan dalam keterangan tertulisnya.

Temuan GeRAK yang paling mengejutkan adalah dari 65 perusahaan yang masuk hutan lindung, ada 10 perusahaan yang sudah Clean And Clean (CnC).

CnC merupakan standar yang telah ditetapkan oleh Dirjen Minerba Kementrian ESDM bahwa perusahaan tersebut sudah tertib regulasi dan Administrasi.

Sehingga GeRAK menilai CnC yang telah diberikan kepada perusahaan bukan menjadi sebuah jaminan bahwa perusahaan tersebut sudah melakukan Praktik tata kelola yang baik.

GeRAK menduga ketika izin dikeluarkan, Pemerintah kabupaten/kota tidak pernah melakukan pemetaan terlebih dahulu terkait wilayah hutan lindung dan hutan konservasi.

GeRAK mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/kota untuk segera melakukan evaluasi seluruh Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Aceh.

Sementara Kepala Dinas Pertambangan Aceh, Said Ikhsan mengatakan jumlah izin usaha tambang yang berada dalam kawasan hutan lindung sebanyak 47 perusahaan dengan luas 380.175 hektar dari jumlah keseluruhan 138 izin usaha tambang mineral dan batubara di Aceh. [red/*]

To Top